You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
4.442 Pemudik Telah Masuk ke Terminal Kalideres
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

4.442 Pemudik Tiba di Terminal Kalideres

4.442 pemudik dari berbagai daerah tercatat telah kembali ke Ibukota melalui Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres sejak Jumat (7/7) hingga hari ini.

Total bus AKAP yang membawa para pemudik ada sebanyak 331 armada

Ribuan pemudik tersebut sebagian besar berasal dari tujuan Sumatera dan Jawa Tengah.

Pantauan Beritajakarta.com, sejumlah bus AKAP silih berganti berdatangan masuk ke areal Terminal Kalideres. Walau kondisinya demikian, tidak banyak penumpang yang turun di dalam terminal. Mereka umumnya memilih turun di tengah jalan dan melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggal masing-masing.

1.127 Pemudik Tiba di Terminal Tanjung Priok

"Total bus AKAP yang membawa para pemudik ada sebanyak 331 armada," kata Revi Zulkarnaen, Kepala Terminal AKAP Kalideres. Minggu ((10/7).

Ia mengatakan, para pemudik yang telah kembali ke Ibukota dari kampung halaman hari ini mayoritas berasal dari tujuan Sumatera dan Jawa Tengah.

"Persentase bus dari Sumatera yang telah masuk sekitar 65 persen, 30 persen bus dari Jawa Tengah dan lima persen dari Jawa Barat dan Banten," ujarnya.

Revi memprediksi, puncak arus balik penumpang yang akan masuk ke Terminal AKAP Kalideres akan berlangsung hingga Senin (11/7) dini hari. Sebab, masih banyak bus dari Pulau Jawa menuju Jakarta yang belum tiba karena terjebak kemacetan di jalan tol.

"Perkiraan hingga Senin dini hari, jumlah penumpang yang tiba di Terminal Kalideres sekitar 3.500 orang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1174 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati